Kelemah-lembutan

“Berbahagialah orang yang lemah-lembut karena mereka akan memiliki bumi” (Mat5:5)

Pada dasarnya saya adalah orang yang paling tidak sabaran. Saya orang yang bisa dikatakan sangat moody. Seiring dengan waktu, saya belajar untuk bisa mengontrol emosi saya. Tapi meskipun begitu, ada satu hal yang masih sulit untuk saya taklukkan. Yaitu kekerasan hati saya. Selama ini saya belajar bahwa untuk berhasil di dunia kita harus kuat dan keras. Sampai pada akhirnya saya harus berhadapan dengan kehendak Tuhan yang tidak dapat saya hindari, yaitu suami saya.

Suami saya adalah orang yang lemah lembut dan pengontrol emosi terbaik yang pernah saya kenal. Pada awalnya saya menganggap dia adalah pribadi yang lemah dan mudah di manipulasi orang. Tetapi ternyata justru dari dia saya belajar, bahwa kelemahlembutan bukan berarti kalah atau mengalah tapi merupakan perwujudan dari inti pengajaran Yesus sendiri.

  • Yesus sendiri menyatakan bahwa karakternya adalah lemah lembut dan rendah hati : Ia adalah teladan kelemah-lembutan yang sempurna. Hatinya mudah tergerak oleh belas-kasihan.

Matius 11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

  • Orang yang lemah lembut sangat berharga dimata Allah :
    1Petrus 3:4;
    tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang  tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
  • Dan mereka yang lemah lembutlah yang memiliki bumi. (Mat 5:5) Orang yang lemah lembut akan dapat memperoleh kelimpahan dan kemakmuran, dan akan dapat ‘menguasai’ dan ‘menang’ atas dunia dengan segala godaan dan permasalahannya.

Orang yang lemah lembut akan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Pertama, kelemah-lembutan bukan berarti lemah tak berdaya, tetapi dengan rendah hati mau tunduk dan dibentuk. Ia menyadari bahwa dirinya manusia yang masih berdosa dan butuh rahmat pengampunan dan tuntunan Tuhan.

Matius 13: 5 “sebagian jatuh di tanah yang berbatu batu, yang tidak banyak tanahnya,menjelaskan tentang penabur yang menaburkan benih pada tanah yang berbatu batu”.

Tanah yang berbatu-batu ini bisa juga diartikan hati yang keras dan sombong, sehingga firman Tuhan yang jatuh tidak dapat tumbuh subur tetapi mati karena tidak dapat berakar dalam.

Orang yang lemah lembut ibaratnya seperti tanah yang gembur. Firman Tuhan yang di tabur dapat tumbuh dengan suburnya dan berbuah dengan lebatnya. Hati yang dipenuhi kelemahlembutan akan jauh lebih mudah tunduk dan dibentuk oleh Roh Kudus agar lebih lagi menyerupai Kristus.

Kedua, memiliki sikap pasrah terhadap kehendak Tuhan.

Ketika Yesus hendak di salib, Dia menyingkir ke bukit dan berdoa,

Mat26:39 “Ya Bapaku jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari padaKu tetapi janganlah seperti yang Kuhendaki melainkan seperti yang Engkau ke hendaki”.

Tidak seperti Yesus, seringkali kita tidak berjalan sesuai dengan kehendakNya, dan memaksakan kehendak kita yang terjadi. Hati yang lemah lembut akan patuh dan taat akan kehendak Allah.

Contoh lain adalah Musa. Bilangan 12:3 mengatakan “Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.”

Ketika dalam hati Miryam dan Harun timbul ketidakpuasan terhadap Musa, mereka bersungut-sungut. “Kata mereka : “Sungguhkah Tuhan berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” Dan kedengaranlah hal itu kepada Tuhan.” (Bilangan 12:2).

Ada kesombongan dibalik kata-kata itu. Mereka merasa sama penting dengan Musa, dan tidak mau dianggap remeh. Dan Tuhan membela Musa. “Miryam kena kusta, putih seperti salju …” (ayat 10).

Bagaimana dengan Musa? Musa mempunyai ke 3 (tiga) ciri-ciri yang sudah disebutkan. Dia tidak perlu melaporkan peristiwa ini ketika saudaranya bersungut-sungut. Hatinya lembut. Dia tidak punya kehendak atas dirinya, dan Allah membelanya habis-habisan. Dia melindunginya. Mata-Nya tertuju kepada orang yang Dia perkenan.

Kita pun diminta demikian. Meskipun sering di bohongi atau tidak di hargai, kita tidak akan melihat itu sebagai kerugian ketika kita berbuat baik bagi sesama. Kita akan dengan tulus membantu siapa saja yang bisa kita bantu. Tanpa mengharap pamrih atau balasan. Kita hanya ingin melakukan apa yang membuat hati Allah senang.

Lalu bagaimana supaya hati kita dipenuhi oleh kelemahlembutan?

Kelemahlembutan adalah salah satu buah Roh. Semakin orang dipenuhi Roh Kudus, semakin ia akan menjadi lemah lembut. Kelemah lembutan dan  kerendahan hati adalah sifat Allah sendiri. Kebalikannya adalah sifat kasar, keras, sombong, arogan dan tanpa empati; ini adalah sifat-sifat dari si jahat.

Gal 5:22-23 ; “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Yang pertama-tama dapat kita lakukan untuk lebih memiliki kelembutan hati adalah menyadari bahwa kelemahlembutan itu penting, dan bahwa kita perlu bertumbuh dalam kelemahlembutan. Mohonlah Roh Kudus untuk lebih aktif bekerja dalam hidup kita. Biarkan Ia semakin menguasai kita dan mengubah kita.

Relakan hal-hal yang Roh Kudus minta untuk dilepaskan. Keterikatan akan menghalangi Roh Kudus untuk bekerja dengan leluasa di dalam diri kita. Semakin kita mengosongkan diri dari segala hal yang sia-sia, dan semakin kita menjalin hubungan yang akrab dengan Allah, semakin Roh Allah akan bekerja leluasa dalam diri kita, yang kemudian akan menghasilkan buah-buah Roh itu, yang salah satunya adalah Kelemahlembutan.

Kalau kita memiliki kelemahlembutan yang sejati, kita akan menyerupai Kristus, kita akan berharga di mata Allah, kita akan menikmati perlindungan, pembelaan Tuhan, dan memiliki bumi.

admin