BAYI TABUNG DAN SEWA RAHIM

Infertilitas atau ketidaksuburan merupakan salah satu masalah didalam kehidupan rumah tangga. Ini seringkali menjadi bahan percecokkan atau pertengkaran didalam rumah tangga. Berkat kemajuan teknologi, masalah ketidaksuburan bisa diatasi dengan metode bayi tabung (IVF) dan sewa rahim (surrogate mother)

Bagaimana pandangan Gereja Katolik mengenai metode Bayi Tabung dan Sewa Rahim?

Metode bayi tabung (IVF) adalah suatu metode yang dipakai untuk mempertemukan sel telur ibu dan sel sperma ayah diluar rahim ibu. Jadi baik sel telur ibu maupun sel sperma ayah diambil kemudian dimasukkan dalam cawan yang sudah diisi semacam cairan tertentu seperti cairan ketuban dalam rahim ibu. Karena pelaksanaan metode ini membutuhkan biaya yang sangat besar maka biasanya dalam sekali pelaksanaan, sel telur ibu yang diambil pasti jumlahnya lebih dari satu misalnya saja tiga atau lima sel telur. Tujuannya untuk memperbesar persentase keberhasilan. Setelah semua sel telur itu dibuahi, akan dipilih atau satu atau dua yang paling baik dimasukkan kembali ke dalam rahim ibu sehingga ibu ini bisa mengandung. Sedangkan janin yang tersisa bisa disimpan dengan cara dibekukan atau bisa dibuang begitu saja atau bisa dipakai sebagai bahan eksperimen.

Metode sewa rahim atau surrogate mother adalah suatu teknologi reproduksi buatan diaman sperma dan ovum dari pasangan suami isteri pada umumnya dipertemukan diluar rahim dan ditanam dirahim wanita lain yang dinilai subur dan memenuhi syarat. Dalam hal ini wanita yang ditanami hasil pembuahan dapat berasal dari kalangan keluarga, orang terdekat bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun dengan imbalan maupun tanpa imbalan. Praktik sewa rahim dilakukan dengan tujuan membantu pasangan suami isteri yang mengalami gangguan reproduksi.

Gereja mengajarkan kepada kita untuk menghormati martabat manusia sejak manusia masih berupa janin, sekalipun besarnya masih satu sel karena satu sel ini sudah memiliki kemampuan dan kemungkinan untuk berkembang menjadi manusia secara utuh. Oleh karena itu kita harus menghormatinya seperti kalau kita menghormati manusia yang sudah dewasa.

Paus Pius XII berkata, ”the natural law and the divine law are such that the procreation of new life may only be the fruit of marriage” (hukum alamiah dari prokreasi manusia – penghamilan – hanya boleh dilakukan melalui perkawinan/persetubuhan yang wajar) Bila kita menilik dari segi prosedur pelaksanaan praktik bayi tabung dan sewa rahim/surrogate mother ada beberapa aspek pelanggaran:

  1. Pelanggaran pertama adalah dalam cara mengeluarkan sperma pada sang ayah dengan cara martubasi.
  2. Pelanggaran kedua adalah dalam cara mempertemukan sel telur dan sel sperma di luar rahim ibu.
  3. Pelanggaran ketiga adalah tindakan memilih janin yang dianggap baik.
  4. Pelanggaran keempat adalah perlakuan terhadap janin yang tidak terpilih dibuang maka itu sama saja dengan dibunuh.
  5. Pelanggaran kelima adalah manusia yang terpaksa lahir melalui metode ini–mengalami luka batin–rasa tidak dcintai oleh orangtuanya.

Allah menghendaki kesatuan suami istri. Dari kesatuan ini Allah menghendaki keturunan Ilahi. Dalam hal ini Allah menghendaki kesetiaan dalam hubungan hubungan suami isteri (Maleakhi 2:15-16). Dengan pelbagai pelanggaran yang ada dalam kasus bayi tabung dan sewa rahim/ surrogate mother hendaklah kita sebagai orang Katolik setia pada ajaran gereja yang menjunjung tinggi martabat hidup manusia.

Pedoman Hidup KTM no. 39

Doa hening atau doa Yesus adalah sebuah bentuk doa yang sederhana, akan tetapi mampu membawa kita pada kedalaman doa yang besar. Doa ini merupakan kekuatan hidup kita. Melalui doa ini Tuhan akan dapat mencurahkan kepada kita cinta dan kebijaksanaanNya. Lakukan doa ini menurut situasimu sendiri, mana yang baik, pagi hari atau malam atau waktu lain yang paling cocok untukmu masing-masing. Lakukan setiap kali selama 25-30, pagi dan sore bila memungkinkan.

Sharing

  1. Apakah selama ini aku sudah menjujung tinggi martabat hidup manusia?
  2. Bagaimana pandanganku terhadap bayi tabung dan sewa rahim?

Referensi:

  1. PPAT (Program Pembinaan Anggota) Tahap III–Bayi Tabung
  2. Website: Surrogate Mother (Ibu Pengganti/Sewa Rahim) http://nakkitanakkami.blogspot.com/2015/07/surrogate-mother-ibu-pengganti-sewa_25.html)

admin