PANGGILAN MELAYANI SEJAK DINI

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaan dan kesucianmu (1 Tim 4:12)

Ku tau aku muda, Ku tau ku bukan siapa-siapa
Ku tau ku tak mampu, Berjalan sendiri hadapi hidup ini
Tapi ku tak perlu takut sbab ku tau Dia serta ku (tak tinggalkan ku)
Ku tak hebat tapi Allah ku dahsyat
Dan itu saja yang harus ku ingat
Ku tak hebat tapi Allah ku dahsyat
Didalam Dia ku kan bersinar terang

Teks di atas adalah teks dari lagu berjudul “Di Dalam Dia”. Pada Vacare Deo ini kita akan melihat, bagaimana Tuhan memberikan kesempatan bagi orang muda, bahkan anak-anak untuk ambil bagian dalam pelayanan.

  1. Panggilan melayani sejak muda sudah dimulai sejak dahulu kala
    Dalam kitab suci kita menemukan beberapa bacaan yang mengisahkan tentang anak muda yang dipilih Tuhan untuk melayaniNya dan menjadi teladan bagi banyak orang pada masanya. Tuhan memanggil dan memilih mereka dengan maksud dan tujuan tertentu dalam karya rancanganNya yang agung dan mulia.
    Seperti Allah memilih Daud (1 Samuel 16: 12-13). Daud adalah anak ke-8 dari Isai, dia dipilih menjadi raja oleh Samuel sesuai dengan perintah Allah untuk menjadikannya raja atas Israel. Daud diceritakan sebagai anak yang kemerahan, matanya indah dan elok parasnya. Dan saat Samuel mengurapinya sejak itu Roh Tuhan berkuasa atasnya.
    Secara manusiawi semua orang berpikir bahwa diantara ke-7 kakaknyalah yang akan terpilih sebagai raja atas Israel. Tetapi dalam 1 Samuel 16: 7 Tuhan berfirman kepada Samuel : “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati”.
    Dan sampai pada saat Bangsa Israel berperang melawan orang Filistin, Daudlah yang maju berperang memimpin pasukan Israel. Pada 1 samuel 17:45 Daud berkata kepada orang Filistin “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan alam semesta, Allah segala barisan Israel yang kamu tantang itu”. Dan majulah Daud membunuh Goliat dengan batu yang ada di kantungnya. Dilemparnya batu tersebut dan mengenai dahi Goliat sehingga Goliad mati.

    Tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam berbagai bidang, posisi anak muda atau anak-anak terkadang masih dipandang sebelah mata. Beberapa orang menganggap bahwa kaum muda belum dewasa dalam berpikir dan bersikap, masih sering bertindak secara emosional, tidak bertanggung jawab, dan lain-lain sebagainya. Tetapi, seperti contoh yang diberikan dalam kisah Daud, ketika Allah menyertai orang pilihan-Nya untuk menjalankan tugas tertentu, maka Allah yang menyertai dan memampukan orang pilihan-Nya untuk melaksanakan tugasnya.

  2. Contoh pelayanan yang dapat dilakukan sejak muda
    – Dalam Keluarga
    Bagi anak-anak, kita bisa melakukan pelayanan dimulai dari keluarga dirumah kita sendiri, dengan membantu kedua orang tua melakukan pekerjaan kecil-kecil yang meringankan beban mereka, misalnya membereskan tempat tidur dan kamar tidur sendiri, mencuci piring dan membantu tugas keseharian asisten rumah tangga kita.
    Bagi orang muda, kita bisa membantu orang tua yang mungkin kemampuan motoriknya sudah tidak sempurna lagi.
    Bagi pasangan suami istri, dapat saling bahu-membahu dalam melaksanakan pekerjaan rumah dengan tulis.
    Bagi pasangan suami-istri muda, dapat memberi teladan yang baik kepada anak-anak di rumah. Tentunya masih banyak contoh pelayanan kecil yang dapat kita lakukan dalam keluarga kita masing-masing
    – Di sekolah/kampus/tempat kerja.
    Di sekolah selain kita dituntut belajar dengan rajin, giat dan jujur, kita juga bisa melakukan hal kecil kepada teman-teman, misalnya membantu teman yang sedang berkesusahan, berteman dengan semua orang dengan didasari kasih, menghargai guru/dosen/rekan kerja dan staff di tempat kita berada.
    – Di Gereja
    Pelayanan sejak dini didalam gereja yang bisa dilakukan misalnya seperti menjadi putra-puteri altar dan kegiatan-kegiatan lainnya di gereja.
    – Di Lingkungan Bermasyarakat
    Di dalam masyarakat kita bisa menjadi contoh teladan bagi orang disekitar dengan hidup disiplin dan mematuhi peraturan bagi kepentingan umum.
  3. Buah-buah yang kita dapatkan dengan melayani sejak muda
    Jika kita terbiasa melayani sejak muda, perlahan-lahan kepribadian kita akan dibentuk untuk menjadi orang yang memliki cinta kasih. Kita pun terbiasa dengan kehidupan yang memiliki tenggang rasa dan kepedulian terhadap sesama sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memili hak dan kewajuban yang sama.
    Jika pribadi muda itu terbentuk dengan utuh dalam kasih makan saat bertumbuh akan menjadi panutan positif bagi lingkungan disekitar dimanapun pribadi itu bertumbuh. Dan jika sejak mudah sudah memiliki hati yang mau melayani maka hati tersebut akan dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi tanah yang subur bagi firman Tuhan yang jatuh dan bertumbuh sehingga firman Tuhan itu sungguh hidup dan menjadi nyata didunia ini.

Renungan

Masa kecil dan masa muda adalah masa yang selalu dipenuhi dengan proses belajar dan dinamika hidup. Kehidupan anak dan kaum muda memang masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, yaitu keluarga, teman-teman sepergaulan, dan lain-lain. Kesibukan dan lingkungan sekitar pada umumnya turut menentukan sikap anak dan kaum muda. Tidak banyak orang muda dan anak yang mau meluangkan waktunya untuk mengambil bagian dalam pelayanan. Jika mau pun, belum tentu orang tua mengizinkan anaknya melakukan hal tersebut.

     Dalam Vacare Deo kali ini, sekali lagi kita diingatkan bahwa Allah pun telah memilih kaum muda untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan-Nya, dengan segala keraguan, ketakutan, dan kekurangannya. Sesuai janji Allah, bahwa Allah akan menyertainya, itulah yang terjadi.

     Semoga anak-anak dan kaum muda lebih mau terlibat aktif dalam pelayanan Gereja. Jika kondisi tidak memungkinkan, dapat melayani lingkungan terdekatnya dengan menjalani hidup sebagai pengikut Kristus yang sejati, agar lingkungan terdekatnya mendapatkan rahmat suka cita melalui hal tersebut.

Sharing

Untuk sel anak-anak atau muda/i:
1. Apakah keluarga Anda mendukung Anda untuk melakukan pelayanan?
2. Selain Yesus, adalah tokoh panutan Anda dalam melayani? Mengapa?
3. Ceritakanlah pengalaman yang paling berkesan saat Anda melayani dalam lingkungan keluarga/sekolah/Gereja, dan bagaimana reaksi keluarga Anda?

Untuk sel dewasa:

1. Apakah Anda pernah menemui anak-anak atau kaum muda yang mau terlibat dalam pelayanan dengan benar-benar tulus, bertanggung jawab, dan memancarkan kasih Allah? Ceritakanlah mengenai sosoknya dan hal yang paling menonjol dalam pelayanannya!
2. Dukungan seperti apakah yang dapat Anda berikan untuk mendukung pelayanan anak-anak atau kaum muda?

admin