Pohon dan Buahnya

( Luk 6 : 43–45 )

Pada suatu hari ada seorang ibu yang datang kepada seorang biarawan yang bijaksana. Ia berkeluh kesah mengenai anaknya “Abbas, saya tidak habis pikir. Mengapa ya anak saya begitu keras kepala dan suka memukul adik dan teman-temannya. Saya sudah sering memperingatkan dan menghukumnya akan tetapi masih tidak berubah. Apa yang harus saya lakukan? Mungkin sebagian dari kita pernah mengalami hal yang sama dengan pengalaman ibu tersebut sebagai orang tua. Jika kita belum berkeluarga mungkin kita memiliki teman yang kadang kita tidak dapat memahami mengapa teman tersebut memiliki karakter yang buruk, yang membuat kita berpikir, kok bisa ya dia berperilaku seperti itu? Dan bagaimana caranya supaya ia bisa berubah? Melalui vacare deo kali ini kita akan membahas mengenai sumber masalah dari orang-orang seperti itu dan bagaimana cara membantu mereka.

Sebelum kita mulai bacalah dahulu Luk 6:43-45 dan renungkanlah..

“Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga”

Peribahasa di atas dapat diartikan sebagai sifat sang anak biasanya tidak jauh dari orangtuanya. Maka apabila sang orangtua baik dan benar hidupnya biasanya sang anak juga akan begitu. Segala perilaku orangtua menjadi panutan anak-anaknya, mulai dari:

  • tutur kata
  • cara berjalan
  • bagaimana memperlakukan orang lain

Seperti kisah di atas yang kita baca, setelah ibu berkata demikian lalu abbas itu bertanya “hukuman apa yang ibu berikan kepada anak ibu?“ ibu tsb berkata “saya memukulnya dengan penggaris“. Abbas tsb berkata “jadi sumber masalahnya adalah ibu, anak ibu belajar dari yang ibu lakukan kepadanya “. Sejak bayi dilahirkan ke dunia ini, ia tidak dapat melakukan apa-apa dari dirinya sendiri, seiring waktu ia belajar dari orangtua dan lingkungan dimana ia hidup sehingga karakternya terbentuk. Jika ia mengalami banyak peristiwa yang pahit dalam hidupnya, kekerasan, hal tersebut dapat terbawa dalam karakternya. Oleh karena itu saat menghadapi orang lain dengan karakter seperti itu kita perlu menyadari bahwa kemungkinan dalam hidupnya mengalami banyak hal yang kurang baik. Sehingga kita tidak menghakimi dan menambah beban kepada mereka dengan memperlakukan mereka dengan buruk.

Lalu bagaimana cara kita membantu mereka yang lepas dari karakter yang buruk? Dalam Lukas 6 :43-45 : Tuhan Yesus mengajarkan bahwa buah tidak lepas dari pohonnya jika pohonnya baik maka buahnya akan baik. Oleh karena itu jika kita menghendaki anak, keluarga, teman kita memiliki karakter kasih maka perbuatlah kasih supaya mereka dapat belajar dan terbentuk kasih di dalamnya. Dalam memberikan kasih kepada mereka yang memiliki masalah tersebut mungkin kita sudah melakukannya, akan tetapi kita berpikir, kok ga kelihatan buahnya ya. Kok masih sama. Sadarilah bahwa sebuah pohon untuk berbuah membutuhkan proses, jika buahnya kurang baik kita perlu memelihara, merawat pohon tersebut dengan tekun, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan buah yang baik. Perbuatan kasih yang kita berikan tidak hanya satu kali, tapi harus berulang-ulang. Karena karakter yang telah tebentuk dalam diri mereka sudah mengakar di dalam dirinya. Oleh karena itu butuh ketekunan, perbuatan kasih berulang-ulang untuk mengingatkan mereka selalu. Bersamaan dengan usaha tersebut, ada satu hal yang paling penting yaitu dalam Yohanes 15:5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa“. Kita membutuhkan pertolongan dan rahmat Tuhan karena ia sumber segala kasih. Tanpa rahmatnya kita tidak dapat berbuat apa-apa, usaha kita akan sia-sia banyak mengalami kegagalan. Oleh karena itu selain berusaha sertailah dengan doa biarkan Tuhan menolong dan membimbing kita sehingga dapat membantu mengubah dari buah yang buruk menjadi baik.

Referensi

[1]. Refleksi pribadi

Sharing

Apakah engkau pernah bertemu dengan teman / keluarga yang memiliki karakter yang buruk?

Bagaimana reaksimu terhadap mereka? Apakah engkau menghakimi mereka/berperilaku buruk? Bagaimana sikap yang seharusnya engkau lakukan?

admin