PANGGILAN KAUM AWAM

Matius 28:16-22 : “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku”

Panggilan kaum awam untuk merasul tertuang dalam salah satu dekrit Konsili Vatikan II yaitu Dekrit Tentang Kerasulan Awan Apostolicam Actuositatem (AA). Dengan dekrit ini bukan berarti Gereja memberi tugas baru bagi kaum awam, tetapi Gereja ingin mempertegas bahwa sesungguhnya tugas kerasulan yang diwariskan Yesus kepada Gereja juga merupakan perutusan kaum awam.

A. Panggilan Dan Tujuan Kerasulan Awam

Mengikuti Yesus berarti bukan hanya percaya kepada-Nya dan mengikuti perayaan Misa Kudus dan menerima sakramen-sakramen saja, tetapi juga berkewajiban ikut menjalankan perutusan Gereja yaitu mewartakan Injil, dan ini berarti tugas kerasulan juga menjadi tugas kita kaum awam.

Paulus dalam surat kepada jemaat di Efesus (baca Ef. 4:16), menyatakan setiap anggota gereja memiliki fungsi yang khas menurut panggilan masing-masing dengan satu tujuan yang sama, yaitu mewartakan Injil pada semua orang.

Orang lain pastilah melihat dan menilai semua perbuatan kita dalam kaitannya dengan identitas keagamaan kita. Jika ada seorang pejabat yang beragama kristen atau katolik melakukan korupsi, pasti banyak orang akan berkata : “Pengikut Yesus kok korupsi…”, tetapi demikian juga jika ada orang kristen atau katolik yang berbuat baik seperti Ibu Teresa dari Calcuta, semua orang pasti berkata : “Seperti itulah pengikut Yesus yang sejati….”. Jadi jika kita dipuji karena perbuatan baik yang kita lakukan maka Tuhan Yesus pun turut dipermuliakan atas perbuatan baik kita, tetapi jika perbuatan buruk yang kita lakukan, maka Tuhan Yesus juga turut dicela serta dicemooh karena perbuatan kita.

Tugas panggilan kaum awam pada dasarnya merupakan partisipasi kaum awam dalam ketiga misi Kristus, yaitu untuk melayani sebagai imam, nabi dan raja.

Menjadi Nabi bertugas mewartakan Kabar Baik. Dengan setia berusaha selalu mendengarkan Sabda Allah dan menyampaikannya kepada umat.,
Imam menguduskan dirinya sendiri dan umat Allah, serta membawa umat dalam doa-doanya kepada Allah.
Menjadi Raja berarti siap memimpin. dan peduli pada kesejahteraan jasmani dan rohani umat Allah.

B. Pelbagai Bidang Dan Cara Kerasulan Awam

Sebagai rasul awam kita dapat menjalankan tugas kerasulan dengan berbagai cara, baik secara perorangan atau tergabung dalam berbagai paguyuban atau kelompok sesuai dengan bidang kita masing-masing, yaitu dalam hidup menggereja dan dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam pekerjaan, dalam bermasyarakat dengan lingkungan tempat tinggal kita serta dengan alam sekitar kita. Dalam berbagai bidang kerasulan awam, terdapat beberapa bidang yang perlu mendapat perhatian lebih, diantaranya:

  1. Jemaat-Jemaat Gerejawi:
    yaitu dengan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan keuskupan, paroki dan lingkungan serta kelompok-kelompok kategorial, contohnya dengan terlibat dalam tugas-tugas peribadatan, seperti penyambut umat dan kolektan, sebagai pengurus lingkungan, sebagai pewarta, katekis, prodiakon, terlibat dalam aksi-aksi sosial dan lain-lain. Dan jika memungkinkan juga terlibat dalam kegiatan gerejawi yang lebih luas yaitu dalam skala nasional dan internasional.
  2. Keluarga:
    kerasulan dalam keluarga dan pekerjaan adalah panggilan khas kaum awam, yaitu dengan melahirkan dan mendidik generasi-generasi baru bagi Gereja. Keluarga adalah tempat pendidikan iman yang pertama dan utama, baik dengan kata -kata dan teladan perbuatan. Evangelisasi orangtua kepada anak akan menjadi landasan penting bagi iman yang kuat. Adalah keliru orangtua yang membiarkan anaknya kelak memilih sendiri imanya setelah dewasa. Dari sejak anak masih kecil kita juga sudah memilihkan sekolah yang paling baik untuk anak kita bukan? Padahal iman lebih penting daripada ilmu dari sekolah. Dalam pekerjaan, seorang kristen juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kristiani dalam bekerja, sehingga membawa warta kebaikan bagi lingkungan tempat bekerja dan masyarakat
  3. Kaum Muda:
    Kaum muda adalah masa depan gereja. Sudah menjadi tugas kita semua untuk menjaga generasi muda dari kemerosotan iman. Dewasa ini banyak sekali godaan untuk menjauh dari Tuhan, terutama bagi kaum muda. Hedonisme dan konsumerisme seringkali membuat orang tidak merasa membutuhkan Allah. Kesibukan bergadget-ria dengan Facebook dan WA nya, kesenangan berbelanja, berwisata dan kuliner yang berlebihan, merupakan berhala-berhala baru bagi mereka. Kemudahan dan kenyamanan dalam hidup yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi, kemewahan, modernisasi dan otomatisasi yang ditawarkan dunia dapat sangat mempengaruhi kaum muda. Kemajuan ilmu kedokteran yng pesat seperti bayi tabung, kloning dan sebagainya, seringkali membuat orang merasa dapat menggantikan peran Tuhan. Diperlukan usaha keras dan tak kenal lelah, dengan bimbingan Roh Kudus, untuk menghidupkan iman kaum muda. Hendaknya kaum muda sendiri juga mampu menjadi rasul di antara mereka.
  4. Lingkungan Sosial:
    Dengan semangat Kristiani yang telah kita warisi dari Kristus. kita  diharapkan dapat membawa perbaikan nilai-nilai moral dan adat kebiasaan, hukum serta tata susunan masyarakat sekitar kita. Kita berusaha menjadikan masyarakat di sekitar kita menjadi lebih baik dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan kristiani tanpa mengharuskan orang lain memeluk agama kristen atau katolik.
  5. Nasional dan Internasional:
    Hendaknya umat Katolik bekerjasama dengan semua orang yang beritikad baik untuk memajukan apapun yang benar, yang adil, yang suci (Flp.4:8), melampaui batasan-batasan suku, ras, agama, warna kulit, bangsa dan bahkan negara. Berdialog dengan mereka dengan bijak dan penuh pengertian, berusaha untuk memahami yang diyakini orang lain sehingga mampu menciptakan suasana yang damai dan penuh sukacita. Serta menyempurnakan lembaga-lembaga sosial dan umum menurut semangat Injil.

C. MENJADI RASUL AWAM

Tantangan menjadi Rasul Awam adalah bagaimana memperkenalkan Kristus walau mungkin tanpa kata-kata, atau dengan kata-kata, pada kesempatan yang tepat, dan tanpa memaksa. Dalam hal ini, kita perlu mengandalkan karya Roh Kudus, sebab hanya Allah-lah yang dapat mengubah hati dan mendorong manusia untuk bertobat, menerima Kristus dan merindukan kehidupan yang baru di dalam Dia. Pewartaan/ evangelisasi juga perlu dilaksanakan di kalangan sesama umat beriman/Kristiani, sebab banyak di antara umat sendiri juga memerlukan sapaan kasih Allah dan undangan untuk pertobatan, terutama bagi mereka yang telah sekian lama meninggalkan Gereja atau tergerus oleh kesibukan duniawi sehingga jauh dari Tuhan. Umumnya kunjungan dan sapaan di saat yang genting seperti di saat sakit, dalam penjara, dalam perkabungan anggota keluarga yang meninggal, pergumulan keluarga, dst, dapat menjadi kesempatan yang baik untuk kunjungan evangelisasi. Hal inilah yang harus menjadi perhatian bagi komunitas -komunitas gerejawi di paroki.

Dalam pelayanan itu tidak mutlak harus diadakan secara langsung pewartaan iman dalam rupa pengajaran. Dalam hal ini memang diperlukan kebijaksanaan dari pihak orang yang mewarta, sebab sebagaimana dikatakan oleh Paus Paulus VI (lih. EN 79):

1) Hormatilah keadaan religius dan rohani orang-orang yang dikunjungi. Hormati waktu yang mungkin mereka perlukan untuk menangkap tawaran kasih Allah sebagaimana dinyatakan di dalam Kristus. Tidak diperkenankan untuk memaksa mereka. Hormati hati nurani mereka.

2) Jangan lukai hati orang lain, terutama jika mereka lemah dalam iman, agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang yang dikunjungi.

3) Usahakanlah untuk menyampaikan berita gembira, bukan keraguan, tetapi kepastian yang teguh, sebab berlandaskan atas Sabda Tuhan. Umat Kristiani membutuhkan peneguhan ini, yaitu akan kasih Allah kepada siapa mereka dapat menyerahkan diri mereka seutuhnya.

Sumber materi:
– Dekrit Apostolicam Actuositatem Konsili Vatikan II
– http://www.katolisitas.org/tentang-panggilan-dan-misi-kaum-awam/

Sharing :

  1. Sharingkan pengalaman suka duka anda dalam menjalankan perutusan sebagai rasul awam ditengah masyarakat atau di tempat kerja anda terutama saat berhadapan dengan sesama yang berbeda iman.
  2. Sharingkan pengalaman anda menjadi rasul awam bagi keluarga anda sendiri.
  3. Langkah kedepan apa yang akan anda tempuh untuk menanamkan nilai-nilai hidup yang diajarkan Kristus melalui Injil Suci dan GerejaNya ke dalam masyarakat sekitar anda.

admin